Kisah Seorang Kiai Meragukan Kewalian Mbah Hamid

Kiai Hamid Pasuruan dikenal banyak warga sebagai kiai yg masyhur menggunakan kewaliannya. Bukan saja para kiai, para habaib juga setuju dan mengakui kewalian Kiai Hamid Pasuruan. Kisah-kisah hidup Kiai Hamid juga dipenuhi berbagai karomah yg dirasakan pribadi para kiai, santri, & rakyat luas.

Tentu saja, terdapat saja seseorang kiai yg hasud (dengki) dengan kemasyhuran Kiai Hamid tadi. Bahkan kiai itu sampai mewaspadai keabsahan Kiai Hamid sebagai seseorang wali Allah.

?Kok enak ya populer jadi wali. Yang salam tempel (ngasih amplop) poly, yang memberi banyak..? Batin si kiai yg melihat Kiai Hamid selalu penuh tamunya, yang mengundang pula sangat poly.

Saat itu, Kiai Hamid memahami apa yang terbersit dalam batin si kiai itu yang duduk bersama para tamu yg lain. Setelah poly tamu yg undur diri (pamitan), si kiai itu eksklusif berbicara menggunakan Kiai Hamid.

?Enak ya Kyai, jadi wali itu enak, uangnya banyak..? Ucapnya kepada Kiai Hamid menggunakan nada guyonan ala santri.

?Uangnya banyak, mobilnya mercy.? Tambahnya makin membuat Kiai Hamid terpojok.

Kiai Hamid permanen hening & santai dengan guyonan itu. Sampai akhirnya Kiai Hamid menaruh air satu gelas penuh pada kiai itu.

?Monggo jalan-jalan dengan saya. Tapi syaratnya gelas ini Anda bawa tidak boleh tumpah.? Kata Kiai Hamid

Kiai Hamid mengajak kiai tadi naik kendaraan beroda empat mercy sambil bawa gelas penuh yg nir boleh tumpah. Jadi, harus hati-hati benar . Mobil mercy itu berputar-putar di alun-alun Pasuruan yg nir jauh berdasarkan kediaman Kiai Hamid.

?Enak ya naik mobil mercy tadi?,? Tanya Kiai Hamid sesudah terselesaikan.

?Tidak enak lah. Jaga air ini gak mudah ternyata,? Jawab si kiai tersebut.

?Begitulah, sama dengan aku . Aku ini dekat menggunakan Allah & selalu berusaha menjaga kedekatanku dengan Allah. Hidupku ini bukan menjaga uang. Butuh perjuangan akbar buat selalu menjaga kedekatan menggunakan Allah, gak mudah,? Tegas Kiai Hamid.

Si kiai yang hasud dan ragu itu akhirnya paham. Betapa beratnya tugas Kiai Hamid menjadi wali Allah buat terus menjaga kedekatannya tanpa melupakan melayani antar sesama.

Sumber: bangkitmedia.Com

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Kisah Seorang Kiai Meragukan Kewalian Mbah Hamid"