Jejak Kitab-Kitab Karya Ulama Indonesia di Jazirah Arab

Kajian seputar Islam Nusantara tidak hanya diminati sang pakar keilmuan Islam berasal pribumi, namun pula telah menjadi concern para orientalis pada bidang Islamologi. Penelitian Islam Nusantara yang dikenal kalangan luas dan relatif representatif diantaranya adalah Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII karya Azyumardi Azra dan Kitab Kuning: Pesantren & Tarekat karya Martin Van Bruinessen. Islam Nusantara memang layak diapresiasi karena beliau sudah memainkan peran yg sangat krusial pada percaturan sejarah perkembangan kebudayaan Islam.

Dalam sejarahnya, kemakmuran kerajaan-kerajaan di Nusantara, terutama menjadi hasil perdagangan internasional, telah memberikan kesempatan pada segmen-segmen tertentu dalam rakyat Indonesia buat melakukan ekspedisi intelektual ke sentra-sentra keilmuan di Timur Tengah. Azumardi Azra mencatat bahwa naiknya intensitas hubungan ekonomi & politik antara Nusantara menggunakan Timur Tengah menjadi faktor determinan semakin meningkatnya jalinan intelektual semenjak abad ke-14. Gerakan intelektual yg relatif massif dapat dipandang menurut keluarnya sebuah komunitas yang disebut menggunakan Ashhab Al-Jawiyyin pada Haramayn. Istilah ?Jawi?, meskipun asal berdasarkan kata ?Jawa?, merujuk pada arti yang lebih luas, yakni kepada setiap orang yg dari menurut Indonesia.

Sebagian ulama Nusantara ada yang menetapkan menetap di Haramayn. Ada jua yg merasa belum menerima ilmu yang memadahi lalu melanjutkan ekspedisi intelektualnya ke Cairo. Muhammad Arsyad beserta Sayyid Abd al-Shamad bin Abd al-Rahman al-Jawi al-Palimbani, Abd al-Rahman al-Batawi, dan Abd al-Wahab al-Bugisi merupakan sebagian Ashhab Al-Jawiyyin yg berniat menambah ilmu pada Cairo. Tetapi Syaikh Athaillah, pengajar mereka, menyarankan lebih baik mereka pulang ke tanah air buat segera menyebarkan ilmu kepercayaan . Atas dasar beberapa pertimbangan, mereka permanen memutuskan pergi ke Cairo. Selain fenomena menuntut ilmu pada Haramayn, para penuntut ilmu menurut Nusantara pula poly yang menentukan Al-Azhar menjadi loka ?Ngangsu kaweruh?. Diantara representasi menurut para pelajar Al-Azhar yg sangat prolifik merupakan Muhammad Idris Abd al-Rauf al-Marbawi Al-Azhari.

Keilmuan Islam Timur Tengah yang diperoleh oleh ulama Nusantara kemudian ditransmisikan secara artikulatif selesainya melalui proses akulturasi dengan budaya pribumi. Pribumisasi tersebut diantaranya ditempuh dengan memakai media bahasa lokal yang dalam gilirannya memunculkan karya-karya adiluhung berbahasa Jawa dan Indonesia pegon. Karya-karya ulama Nusantara ini wajib dilindungi & dilestarikan. Jangan sampai terulang lagi pengalaman pahit dimana karya anak bangsa diambil alih oleh Belanda dan Inggris dalam zaman kolonial atau oleh Malaysia belakangan ini.

Pada awalnya penulis menduga bahwa karya-karya ulama Nusantara hanya bisa ditemui pada beberapa perpustakaan Eropa, perpustakaan Nasional, atau pada beberapa penerbit lokal. Tetapi realitanya nir demikian. Pada tanggal 26-11-2008, penulis menemukan 40-an buku Indonesia dan Jawa pegon karya ulama Nusantara pada Mushtafa Bab El-Halabi, Cairo; sebuah percetakan di kawasan Madinah El-Buuts yg syahdan termasuk paling tua pada Cairo. Rata-homogen semua buku tadi dicetak dalam tahun 1922 sampai 1951 M. Mushtafa Bab El-Halabi tak pelak adalah salah satu jejak sejarah hubungan intelektual jaringan ulama Nusantara menggunakan ulama Timur Tengah. Kondisi karya-karya pegon pada negeri Kinanah tadi sangat memprihatinkan lantaran diselimuti debu tebal & tak terawat menggunakan baik. Karya-karya pegon yg sudah penulis koleksi berdasarkan penerbit Mushthafa Bab El-Halabi adalah sebagai berikut:

1.) Bahr al-Madzi Syarh Mukhtashar al-Turmudzi karya Muhammad Idris Abd al-Rauf al-Marbawi Al-Azhari/Disiplin ilmu Syarh Hadits/21 juz/tahun terbit: 1352 H/1933 M

2.) Shirath al-Mustaqim karya Nur al-Din Muhammad al-Jaylani Ibn Ali bin Hasanji bin Hamid al-Raniri/Fiqh/347 hal/1356 H/1937 M

tiga.) Kompilasi Miftah al-Jannah: a) Ushul al-Din; b) Ushul Tahqiq dalam Ushul al-Din; c) Mauidhah; d) Kitab Tajwid karya: a) Muhammad Thayyib Ibn Mas?Ud Al-Banjari; b) Waliyullah yg tidak dianggap namanya karena takut arogan; c) Waliyullah yg nir dianggap namanya karena takut arogan; d) Waliyullah yang nir disebut namanya karena takut sombong/44 hal/1342 H/1924 M

4.) Fath al-Mutafakkirin karya Syaikh Utsman bin Syihab al-Din Pontianak/Tawhid/64 hal/1349 H/1930 M

lima.) Terjemah Daqaiq al-Akhbar fi Dzikr al-Jannah wa al-Nar karya Syaikh Ahmad bin Muhammad Yunus Langka/Eskatologi/58 hal/1341 H/1923 M

6.) Aqaid Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah karya Raden Haji Muhammad Mukhtar bin Raden Natanagara Ahli Negeri Bogor Betawi Yang Bermukim pada Negeri Mekah/Tawhid/14 hal/1341 H/1923 M

7.) Muhimah al-Nafais: Kompilasi Fatwa Ahmad Dahlan dan ulama Makah lainnya/Fiqh/71 hal/1349 H/1930 M

8.) Hidayah al-Mubtadi?In ila Suluk Maslak al-Muttaqin karya Raden Haji Muhammad Mukhtar bin Raden Natanagara Jawi Bogor (Yang Bermukim pada Negeri Mekah)/Tasawuf/60 hal/1346 H/1928 M

9.) Nazhat al-Ikhwan fi Ta?Lim al-Lughah wa Tafsir Ikhtilaf al-Lisan karya Abdullah bin Ismail Asyi/Gramatika/48 hal/1349 H/1930 M

10.) Muhkaddimah al-Shibyan Waliyullah/penulis tidak disebut namanya karena takut arogan/Tawhid/40 hal/1349 H/1930 M

11.) Dhammun Surat Madkhal: Bicara Ilmu Sharf (menggunakan makna gandul Melayu) karya Musthafa Saqa/Sharf/22 hal/1349 H/1930 M

12.) Kasyf al-Kiram fi Bayan Niyat Takbirah al-Ihram karya Syaikh Muhammad Zain bin Faqih Jalal al-Din al-Asyi/Fiqh/12 hal/1346 H/1928 M

13.) Qurrah al-?Ayn li-Fardh al-?Ayn karya Muhammad Zain Al-Jawi Al-Jambi/Fiqh/23 hal/1343 H/1926 M

14.) Bad?U Khalqi al-Samawati wa al-Ardhi Terjemah Syaikh Nuruddin Ibnu Ali Janji/Tawhid/48 hal/1348 H/1930 M

15.) Al-Durr al-Tsamin karya Syaikh Dawud bin Syaikh Abdullah Al-Patani/Tawhid/103 hal/1342 H/1924 M

16.) Fath al-Rahman fi ?Aqaid al-Iman Terjemah Syaikh Abd al-Qadir bin Shabir Al-Mindahilin/Tawhid/10 hal/1342 H/1924 M

17.) Tuhfah al-Raghibin karya seorang ulama Jawi yg tidak dianggap namanya/Tawhid/28 hal/1358 H/1939 M

18.) Sullam al-Mubtadi karya Syaikh Daud bin Syaikh Abdullah Al-Patani/Tawhid/53 hal/Tanpa Tahun

19.) Tamrin al-Shibyan karya Ibn Muhammad Thayib Al-Mas?Udi Al-Banjari/Tawhid/16 hal/1348 H/1930 M

20.) Masalah Sarib: Jawaban atas pertanyan Abdullah bin Salam kepada Rasulullah/Tanpa nama pengarang/Fiqh/36 hal/1374 H/1955 M

21.) Siraj al-Huda Syarh Umm al-Barahin li al-Sanusi karya Syaikh Muhammad Zainuddin bin Muhammad Badawi Al-Sambawi/Tawhid/51 hal/1338 H/1920 M

22.) Hidayah al-Salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqin karya Syaikh Abd al-Shamad Al-Palembani/Tasawuf/115 hal/1341 H/1923 M

23.) Samir Shibyan karya Hasanuddin bin Muhammad Maksum bin Abu Bakar Al-Dali Al-Sumatrawi/Tasawuf/79 hal/1353 H/1934 M

24.) Khatm al-Qur?An/Tanpa Pengarang/Kompilasi Doa/331 hal/1342 H/1924 M

25.) Risalah Tamayyuz al-Haq Min al-dhalalah karya Syahrun Alim/Komentar atas penggalan ayat al-Quran & Hadits/16 hal/1351 H/1932 M

26.) Ushuluddin karya Muhammad Mukhtar bin Atarid Al-Jawi Al-Betawi Al-Bogori/Tawhid/8 hal/1340 H/1922 M

27.) Terjemah Kitab Hikum li Ibn ?Athaillah al-Sakandari karya Muhammad Shalih bin Umar Semarang/Tasawuf/167 hal/1347 H/1929 M

28.) Bidayah al-Mubtadi wa Umdah al-Awlad/Tanpa Pengarang/Tawhid/40 hal/Tanpa Tahun

29.) Jam’u Jawami’il Mushannafat: Kompilasi Karya-karya ulama Aceh/Penyunting: Syaikh Ismail bin Abdul Muththalib Al-Acehi/Fiqh & Tasawuf/151 hal/1344 H/1926 M

30.) Bidayat al-Hidayah Syarh Matn Umm al-Barahin karya Syaikh Muhammad Zain Ibn al-Faqih Jalaluddin Al-Acehi/Tawhid/47 hal/1342 H/1924 M

31.) Tuhfah al-Ikhwan fi Tajwid al-Quran/Penerjemah: Syaikh Ismail bin Abd al-Muthalib Al-Acehi/Tajwid/16 hal/1329 H/1910 M

32.) Wisyah al-Afrah wa Isbah al-Falah karya Muhammad bin Ismail Dawud Al-Patani/Tawhid/71 hal/1342 H/1923 M

33.) Siraj al-Qari karya Syaikh Muhammad Shalih bin Zainul Abidin bin Muhammad Al-Patani/Tajwid/72 hal/1357 H/1938 M

34.) Al-Yawaqit wal Jawahir fi Uqubah Ahl al-Kabair karya Syaikh Muhammad Ali bin Abdurrasyid bin Abdullah Al-Jawi Al-Qadhi As-Sumbawi/Tawhid/55 hal/1354 H/1936 M

35.) Tamrinul Lisan fi Ma’rifat Tajwid al-Quran Hasan bin Yahya Jambi/Tajwid/43 hal/Tanpa Tahun

36.) Miftah al-Din li al-Mubtadi karya Syaikh Muhammad Ali bin Abdul Muthalib al-Khalidi/Tawhid/82 hal/1340 H/1921 M

37.) Minhaj al-‘Abidin ila Jannah Rabb al-‘Alamin: Terjemah Minhaj al-‘Abidin li Hujjah al-Islam al-Ghazali/Penerjemah: Dawud bin Abdullah al-Patani/Tasawuf/148 hal/1343 H/1925 M

38.) Tafsir Surat Yasin karya Muhammad Idris Abd al-Rauf al-Marbawi al-Azhari/Tafsir 79 hal/1353 H/1935 M

39.) Al-Wahbah al-Ilahiyyah fi Bayan Isqath ma ‘ala al-Mayyit min al-Huquq wa al-Shiyam wa al-Shalat/Diterjemahkan dari kitab Hanafi oleh Syaikh Muhammad Mukhtar bin ‘Atharid al-Jawi al-Batawi al-Bogori/Fiqh/7 hal/Tanpa Tahun

41.) Taqrib al-Maqshid fi al-‘Amal bi al-Rub’ al-Mujib karya Muhammad Mukhtar bin ‘Atharid al-Jawi al-Bogori/Falak/16 hal/1371 H/1951 M

42.) Dan 7 karya Imam Nawawi al-Bantani

Kitab-kitab tersebut tidak hanya membutuhkan telaah filologi semata, melainkan juga meniscayakan adanya upaya pelacakan biografi penulisnya, background sosio-historis yang melatarbelakangi mengapa karya pegon tersebut ditulis. Analisa sejarah di sini tentunya tidak sekadar bersifat kronologis, tetapi lebih dari itu, dibutuhkan penggalian arkeologis terhadap genealogi dan konstruksi epistemologisnya. Upaya-upaya tersebut harus digalakkan secara massif dan didukung oleh segenap element masyarakat Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian warisan khazanah keilmuan Islam Nusantara.

Penulis : Irwan Masduqi (Mahasiswa Universitas Al-Azhar Al-Syarief Cairo Mesir)

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Jejak Kitab-Kitab Karya Ulama Indonesia di Jazirah Arab"