Pendapat Imam Abu Hanifah Tentang Iman

1.) Beliau mengungkapkan: ?Imam itu iqrar (pengakuan) dan tashdiq (pembenaran).?

2.) Kata dia lagi: ?Iman itu merupakan iqrar menggunakan mulut & tashdiq dengan hati. Iqrar saja belum dianggap iman.?

Tiga.) Keterangan ini dinukil oleh ath-Thahawi dari Imam Abu Hanifah & 2 orang muridnya.

4.) Beliau pula mengatakan: ?Iman itu nir bertambah & nir berkurang?.

Menurut Syaikh Abdurrahman al-Khumais, pendapat Imam Abu Hanifah bahwa ?Iman itu nir bertambah dan nir berkurang? & bahwa yang diklaim iman itu adalah ?Tashdiq dalam hati dan iqrar pada lisan, sementara perbuatan (amal) tidak termasuk dalam pengertian iman?, adalah perkara yg membedakan antara beliau menggunakan imam-imam Islam yang lain, seperti Imam Malik, Imam Syafi?I, Imam Ahmad, Imam Ishaq, Imam Bukhari, dan lain-lain. Yang sahih adalah pendapat para imam itu. Sementara pendapat Abu Hanifah merupakan nir sahih. Tetapi demikian beliau permanen mendapat pahala, baik output ijtihad dia itu sahih ataupun keliru. Kemudian terdapat warta menurut Imam Ibnu Abdul Bar & Ibnu Abi ?Izz, bahwa Imam Abu Hanifah mencabut pendapatnya itu.

Wallahu A?Lam

Sumber: Kitab I?Tiqadul A?Immatil Arba?Ah karya Syaikh Abdurrahman al-Khumais

ADS HERE !!!

Tidak ada komentar untuk "Pendapat Imam Abu Hanifah Tentang Iman"